Posts

Showing posts from February, 2016

Legenda Gayo PUTRI IJO

Image
Sepanjang penuturan sahibul hikayat, disaat itu di dataran tinggi negeri GAYO, terdapatlah sebuah danau. Danau nan indah permai. Airnya jernih dan bersih. Dapat diminum pelepas dahaga seketika itu juga. Disekeliling danau terdapat teluk-teluk nan bening dipagari batu-batu curam laksana tembok yang diatur, direkat berlilit akar pohonan uyem , oleh arsitektur artistik yang pandai. Laksana dipakukan, didekorir, indah nian, syahdu mata menatapinya. Rerumputan bergayutan, ber-bunga-bunga, ber-aneka warna melambai menggapai di-bering-bering air danau jika bayu bertiup. Sebuah karya Tuhan Yang Maha Kuasa, rahmat yang dianugerahkan kepada hambaNya, yang kebetulan terletak di Negeri Gayo. Uyem berjajar mengelilingi danau mendesau suara daunnya dihembus angin, itulah Danau Laut Tawar. Airnya bermuara ke selat Malaka, mengalir melaui sungai Wih Pesangan, berliku-liku. Terkadang ia terjun mengguruh menderu, menghempas diri ke batu dan karang terjal. Tenang, tiba di lubuk dalam, bersenandung s...

Legenda Aceh AMAT RHANG MANYANG (episode 2)

Image
Amat terus mendesak ibunva dengan buiukan. "Berilah doa restu, bu !" Semua kata-kata Amat yang'diucapkannya keluar dengan sadar dari hati nuraninya sendiri. Hati ibunya menjadi bimbang antara merelakan anaknya pergi dengan tidak. Jika tidak diizinkan, barangkali kebahagian hanya ada pada hati ibunya, belum tentu juga pada diri anaknya. Sebaliknya jika kebahagiaan anaknya direstui, terasa kekhawatiran, apakah anaknya Amat mampu menghadapi semua tantangan di negeri orang yang belum pernah dikenalnya. Apakah ia akan kembali dengan selamat, atau akan berkubur di antah berantah. Ibunya benar-benar ragu dan resah, lalu berdiri dengan lemah pergi ke dapur. Amat hanya mengikuti dengan pandangan mata redap diliputi kecewa. Lama baru Amat tegah dari simpunya, ia berusaha menghimpun semua kekuatannya untuk berpikir, menghambat diri dari keputusan. Jika ia tetap tinggal di kampung itu sia-sialah tekadnya pergi merantau selama ini dan hancurlah semua usaha Pak Agam yang telah ...

Legenda Aceh AMAT RHANG MANYANG (episode 1)

Image
Di kampung Pasie berdekatan dengan kampung Paya Senara daerah Krueng Raya mukim XXI I , pada zaman dahulu berdiamlah di tempat itu satu keluarga terdiri dari bapak, ibu dan seorang anaknya laki-laki bernama "Amat", Amat, sering juga di panggil „Agam" yaitu panggilan umum kepada anak laki-laki di daerah Aceh. Keluarga ini tergolong miskin. Pekerjaannya sehari-hari menngolah sabut dan membuat garam. Kuli t kelapa yang umumnya dibuang orang mereka kumpulkan, lalu direndam di dalam lumpur. Setelah agak lama, rendaman itu diangkat, lalu dibersihkan, dagingnya yang sudah agak membusuk dibuang sehingga tinggal seratnya saja. Serat ini diolah atau dipintal menjadi berjenis-jenis tali sabut. Untuk memasak mereka mempergunakan kulit kelapa, pelepah dan daunnya sebagai kayu api. Sedangkan bagi orang kaya semua itu dibuang saja atau paling banyak dijadikan unggun api pengusir nyamuk di kandang lembu.